Saya bekerja di Taman Pintar Yogyakarta sebagai seorang pemandu. Pemandu bekerja dengan menjaga setiap zona yang ada di Taman Pintar Yogyakarta. diantara sekian banyak zona yang ada di Taman Pintar Yogyakarta, yang ‘dianggap’ bergengsi adalah Zona Planetarium, tidak hanya bagi pengunung, tetapi juga oleh para pemandu.
Saya mulai bekerja menjadi pemandu sejak bulan Agustus tahun 2013 dengan pemandu seangaktan saya berjumlah 20 orang. Awalnya kami diputar dan digilir untuk berjaga di semua zona secara bergantian setiap harinya. Kami ditempatkan bersama pemandu lama yang sudah dahulu bekerja di Taman Pintar dan diberi arahan mengenai apa saja yang harus dilakukan dan diperhatikan saat berjaga di zona yang sudah dijadwalkan.
Kurang lebih sudah satu bulan, yaitu bulan September. Kami mulai akrab dengan pemandu-pemandu lama dan mulai mendengar ‘bisik-bisik’ mengenai zona yang ‘katanya’ enak dan tidak untuk dijaga. Kami juga mendengar selentingan mengenai ‘pengeksklusifan’ zona untuk beberapa pemandu. Salah satu yang paling sering dibicarakan yaitu pemandu di Zona Planetarium.
Hampir semua pemandu lama berkata bahwa pemandu yang biasa berjaga di Zona Planetarium itu tidak akrab dengan pemandu lain dan tidak mau digilir untuk berjaga di zona lain. Mereka menyebut Zona Planetarium eksklusif karenga ia memilik bangunan sendiri yang terpisah dengan zona lain, memiliki toilet yang diperuntukkan khusus untuk pengunjung Zona Planetarium, ber-AC, jam kerja yang longgar karena terdapat jam pertunjukkan, dan tidak sembarang orang bisa memasuki karena menggunakan tiket khusus. Selaian eksklusif, berjaga di Pklanetarium juga disebut susah, akrena harus bisa narasi dan mengoperasikan remot Planetarium. Pandangan teman-teman pemandu lama tersebut membuat saya enggan untuk berjaga disana.
Hingga pada bulan Oktober saya mendapat jadwal untuk berjaga di Zona Planterium bersama 1 pemandu baru dan 2 pemandu lama. Dibayangi oleh perkataan pemandu lama tentang pemandu dan Zona Planetarium itu sendiri, saya mencari pemandu lain untuk betukar zona. Begitu seterusnya hingga tiga kali dijadwalkan disana, saya selalu menghindar.
Entah bagaimana awalnya, pertengahan Oktober saya mulai akrab dengan pemandu lama yang bernama Agatha dan kebetulan ia adalah pemandu yang sering berjaga di Zona Planetarium. Agatha menjelaskan kepada saya dan memberi pandangan baru mengenai Zona Planetarium sehingga membuat saya mau untuk belajar berjaga disana. Kemudian Agatha meminta saya untuk berjaga disana kepada koordinator pemandu. Sekitar satu minggu berturut-turut saya ditempatkan di Zona Planetarium, tentu bersma Agatha dan pemandu lain bergantian. Ternyata Agatha dan pemandu yang biasa berjaga di Zona Planetarium itu baik dan dengan sabar mengajarii saya, kami pemandu baru mulai dari menyalakan alat, ticketing, narasi, mengoperasikan remot, dan yang lainnya.
Lama kelamaan, saya terbiasa dan merasa senang berjaga di Zona Planetarium. Bahkan sekarang, saya menjadi salah satu pemandu Zona Planetarium. Bagi saya, mereka yang berkata Zona Planetarium itu eksklusif dan susah adalah mereka yang tidak mau belajar dan memang mayoritas belum pernah berjaga di Zona Planetarium. Bukan karena tidak ada kesempatan, tetapi memang karena tidak mau sehinggamereka tidak mengetahui bagaimana berjaga di Zona Planetarium sebenarnya.
So, you never know, if you never try! :)
No comments:
Post a Comment