Setiap perusahaan tentu memiliki tujuan masing-masing namun hal paling utama yang ingin dicapai oleh seluruh perusahaan yaitu memiliki citra yang baik di depan masyarakat. Citra yang baik jika dipertahankan terus menerus akan berubah menjadi reputasi positif, hingga akhirnya akan memunculkan loyalitas masyarakat terhadap perusahaan.
Citra yang baik tidak muncul begitu saja. Akan tetapi memerlukan usaha dari seluruh internal perusahaan untuk membangun image positif di mata masyarakat. Hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, tetapi yang secara teknis bertugas untuk membangun hingga mempertahankan citra positif perusahaan adalah public relation (PR).
Adapun hal yang saat ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat adalah media. Setiap aspek kehidupan tidak ada yang terlepas dari media. Media tersebut meliputi media cetak, media elektronik, media online, dan media luar ruang. Jenis media yang digunakan tergantung pada faktor sosiopsikologis dan demografis dari masyarakat. Misalkan orang yang memiliki kesibukan padat di kantor tentu tidak sempat menonton televisi, ia akan lebih memilih untuk mendengarkan radio ketika perjalanan menuju kantor dan mengakses informasi melalui media online saat istirahat kerja. Berbeda dengan orang yang hidup di pedesaan, ia akan jarang menggunakan media online, karena akses di daerahnya tidak begitu lancar. Orang di daerah ini lebih memilih media cetak koran yang relatif murah dan media elektronik radio.
Berkaitan dengan PR, citra positif, dan media yaitu PR memiliki tugas untuk membangun, menjaga, dan mempertahankan citra positif di mata masyarakat. Hal yang paling dekat dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat adalah media, sehingga jalur efektif untuk menjangkau masyarakat adalah branding melalui media. Fungsi PR ini disebut dengan media relation. Media relation merupakan kegiatan yang dilakukan oleh PR suatu perusahaan untuk membangun hubungan baik agar menjangkau publik dalam rangka publisitas, membangun kepercayaan, citra positif, dan tercapainya tujuan perusahaan. Media relation merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh PR. Segala strategi PR yang disusun tidak akan tampak hasilnya di mata masyarakat tanpa publikasi oleh media. PR membutuhkan media massa untuk menjangkau masyarakat sebagai stakeholder perusahaan yang bersifat heterogen dan tersebar di berbagai wilayah.
Ada berbagai bentuk kegiatan dari media relation, seperti konferensi pers, press luncheon, media visit, media gathering, dan media release. Semua kegiatan terseut dimaksudkan untuk membina hubungan baik dengan media, agar media memberitakan hal positif mengenai perusahaan sehingga akan terbangun citra positif di mata masyarakat.
Tidak hanya membangun hubungan baik dalam lingkup pekerjaan, seorang PR harus mampu membina hubungan baik secara personal dengan awak media, misalnya pers. Hubungan personal yang baik ini, nantinya akan sangat membantu bagi PR dan perusahaan tempat ia bekerja, terutama saat krisis terjadi.
Krisis biasanya berdampak pada tercemarnya nama baik kepercyaan dan pada akhirnya akan berdampak pada berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Akan menjadi lebih buruk jika jelas-jelas perusahaan melakukan kesalahan. Sedangkan media sudah pasti akan memberitakan fakta. Saat krisis seperti ini, justru hubungan personal dengan pers lah yang akan membantu. PR bisa me-loby pers untuk tidak memberitakan mengenai kesalahan perusahaan, melainkan lebih berfokus pada penyelesaian masalah dan krisis, serta usaha perusahaan dalam memperbaiki citra.
Membina hubungan baik dengan media dapat dimulai denngan pendekatan secara personal pada agen media. Kemudian mulai berkomunikasi secara intens, tidak hanya dalam konteks pekerjaan, namun juga secara pribadi. Menjadi agen informasi yang baik juga akan membuat media senang untuk bekerja sama, karena pada dasarnya, media relation merupakan kegiatan simbiosis mutualisme antara perusahaan dengan media. Media membutuhkan berita dan perusahaan membutuhkan publikasi serta branding.
Berdasarkan pemaparan di atas, terlihat jelas hubungan antara PR dan media. PR membutuhkan media untuk menjangkau publik sebagai stakeholder perusahaan dengan tujuan membangun citra positif, menumbuhkan kepercayaan, dan branding. Sedangkan media tidak hanya dijadikan alat, melainkan sebagai mitra dalam bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan.
No comments:
Post a Comment