Thank You For Smoking bercerita mengenai perjalanan hidup Nick Naylor, seorang pelobi dari sebuah perusahaan industri rokok, Big Tobbaco. Dalam film ini, Nick digambarkan sebagai seorang yang cerdas, yang pandai menutarbalikkan fakta, dan pandai mengolah kata. Ada tiga hal sederhana yang dijadikan pedoman oleh Nick dalam setiap negosiasinya, yaitu mengenal dengan baik karakteristik klien dan lawan negosiasi, bagaimaa cara meyakinkan mereka atas argumen dan pernyataan, dan memiliki moral flexibilty bigger than other. Nick bisa diandalakan dalam segala situasi.
Pertama, Nick tampil di sebuah acara talkshow, yaitu Joan Show. Dalam acara tersebut, Nick hadir sebagai panelis bersama dengan senator yang mendukung kampanye anti rokok. Mereka membahas mengenai bahaya rokok bagi kalangan remaja (pemula). Dihadirkan pula seorang anak laki-laki yang berusia lima belas tahun, tepat usia remaja yang mengidap kanker otak. Namun pada akhirnya, Nick mengeluarkan pernyataan akhir yang mecengangkan sehingga tampak bahwa sang senator kalah dalam negosiasi yang secara tidak sadar dilakukan dalam acara tersebut.
Setelah kemenangan Nick dalam acara Joan Show itu, di tempat kerjanya, Big Tobacco, Nick bersama pihak manajemen menyaksikan siaran televisi mengenai tindakan dari senator dan pihak yang menyetuji kempanye anti rokok yang ingin memberi logo tengkorang pada kemasan rokok yang bermaksud untuk memberi peringatan kepada para perokok bahwa rokok itu membahayakan dan dapat membunuh. Mereka memilih simbol tengkorang karena itu merupakan simbol yang lazim untuk seusatu yang berbahaya dan mematikan sehingga mereka ingin memberi simbol tersebut di kemasan rokok. Usai melihat tayangan tersebut, bos Nick terlihat marah. Ia merasa industri rokoknya akan terancam dengan tindakan tersebut dan dampak terburuknya mereka bisa bangkrut. Seluruh manajemen dipaksa untuk berpikir bagaimana cara agar industri rokok merea bertahan karena tayangan sederahan tadipun sudah dapat menurunkan penjualan produk rokok mereka. Kemudian Nick meminta izin untuk berbicara di rapat itu.Nick berbicara mengenai peran rokok di masa perang dunia dulu dan setelahnya yang memiliki efek dahsyat bagi masyarakat seluruh dunia. Cara yang dilakukan saat itu adalah iklan rokok secara tidak langsung melalui film. Dalam film, aktor dan aktris diberi adegan sabil merokok dan diberi kesan bahwa merokok itu keren. Berlanjut hingga iklan yang menampilkan anak muda sedang merokok sebagai tokoh utamanya. Secara otamatis saat itu rokok menjadi hal yang diburu orang bantak. Berdasarkan pengalaman tersebut, Nick meyarankan perusahaannya untuk memakai cara yang sama, yaitu promosi rokok melalui film.
Saran Nick diterima oleh bos dan manajemennya. Hingga akhirnya Nick diutus pergi untuk menemui Jeff Megal sebagai perwakilan dari perusahaan film Hollywood. Disana mereka bernegosiasi mengenai film apa yang dapat diselipkan adegan merokok untuk promosi rokok secara halus yang diperankan oleh aktor dan aktris papan atas agar efeknya lebih dahsyat. Mulanya Jeff Megal menolak untuk menyetujui hal itu, namun denga keahlian negosiainya, akhirnya diputuskan untuk memilih film yang digunakan untuk promosi rokok. Setelah itu terjadi tawar menawar harga antar Nick dan Hollywood. Pihak Hollywood mematok harga yang sangat mahal, namun lagi-lagi Nick dengan cerdas meminta aktor untuk bisa membuat adegan tertentu (asap bulat) dengan harga yang ditawarkan. Nick bisa mendapat keuntungan lebih dengan harga yang ditawarkan. Hollywood pun menyetuji hal itu.
Selain menjalani kesehariannya sebgaia seorang pelobi, Nick juga memiliki kumpulan dengan boss dari perusahaan minuman beralkohol dan boss dari perusahaan senjata api. Mereka sering berkumpul bersama untuk membahas manakah yang memberi efek kematain lebih bayak di negara mereka. Apakah minuman beralkohol, senjata api, atau justru rokok. Mereka secara berkala bertemu untuk membahas hal ini. Di luar itu, mereka bertiga juga merupakan teman baik.
Nick kembali ke kota asalnya dan menemui bosnya dan melaporkan bahwa urusan film sudah beres. Selanjutnya Nick diberi tahu bahwa ia akan diwawancarai oleh seorang wartawan wanita bernama Hearther Holloway. Singkat cerita, mereka bertemu di sebuah restoran. Diawali dengan perkenalan lalu proses wawancara dimulai dengan menggunakan tape recorder untuk merekam hasil percakapan. Dibuka dengan basa-basi dan perkenalan hingga Heatrher bertanya mengapa Nick melakukan hal ini.dalam konteks ini yaitu membela perusahaan industri rokok yang sudah menjadi rahasiaumum bahwa rokok itu merugikan masyarakat. Sebelum menjelaskan jawabannya, Nick mematikan tape recorder. Namun jawaban yang diberikan Nick masih mengambang sehingga Heather belum mendapat informasi yang dia cari. Tentu saja Nick tidak akan memberi alasan sebenarnya karen itu menyangkut loyalitas kerjanya pada Big Tobbaco. Di kemudian hari, tiba-tiba Heather sudah berada di dalam apartemen Nick dan Heather melakukan hal yang tidak pantas untuk menggali informasi dari Nick. Secara tidak langsung terjadi proses negosiasi namun negosiasi itu termasuk negosiasi yang buruk karena menjebak lawan negosiasinya.
Boss Nick juga mengutus Nick untuk menemui Marlboro Man untuk memberi sejumlah uang tutup mulut atas diagnosa dokter mengenai kanker paru-paru yang diderita oleh sang Marlboro Man. Karena jika sapai hal ini diketahui oelh media, tentu akan sangat merugikan Big Tobacco dan mempercepat pemberian logo tengkorak di kemasan rokok. Lagi-lagi Nick berhasil melakukan misi tersebut, ia berhasil menyuap Marlboro Man yang adalah seorang koboi, yang dikenal tidak suka meneriman suap.
Akibat segala perbuatannya, Nick dijebak oleh orang utusan dari senator dimaksudkan agar Nick meninggal sehingga tidak ada lagi yang menentang kampanye anti rokok dan pemberian logo tengjorak di kemasan rokok. Seluruh tubuh Nick ditempeli oleh bulatan nikotin yang dapat mematikan jika diberi dalam jumlah banyak. Namun Nick bisa diselamatkan dengan rokok. Setelah kejadian tersebut, ada pusat penelitian yang meneliti manfaat dari rokok. Didapati ternyata rokok bisa mengobati berbagai penyakit dan hal ini di blow up ke media sehingga menguntungkan Big Tobacco.
Hingga esoknya, beredar berita di koran mengenai segala hal yang dilakukan Nick yang merupakan rahasia Big Tobacco. Mulai dari menyuap perusahaan film, menyuap sang Marlboro Man, dan mengenai kumpulan Nick dengan boss perusahaan minuman alkohol dan perusahaan senjata. Menyadari ia telah ditipu oleh Heather, Nick segera mengklarifikasi hal tersebut pada boss nya di Big Tobacco. Namun semua sudah terlambat dan Nick dipecat. Hal yang dapat kita ambil adalah semestinya kita harus lebih berhati-hati dalam bernegosiasi dan sebisa mungkin jangan melibatkan emosi pribadi dan harus tetap berlogika.
Suatu hari, diadakan rapat mengenai pemberian logo tengkorak itu. Nick, Big Tobacco, dan pihak bersangkutan berganti dimintai keterangan dan berakhir pada keputusan tidak perlua diberi logo tengkorak pada kemasan rokok. Big Tobacco berniat untuk menarik Nick kembali bekerja, namun Nick menolak hal tersebut karena mulai menyadari lebih banyak hal negatif yang ia lakukan selama ini dalam membela Big Tobacco.
Film Thank You For Smoking mengajarkan kita banyak hal mengenai negosiasi, seperti esensi dari negosiasi tu sendiri, teknik negosiasi yang baik, cara memenangkan argumen, memberi pernyataan akhir, mengenali karakteristik lawan negosiasi, hambatan dalam menjalani proses negosiasi, juga dampak dari teknik negosiasi yang dipilih. Diharapkan ke depannya, kita dapat menyeleksi hal positif yang dilakukan Nick dalam bernegosiasi dan belajar dari kesalahan yang dilakukan Nick dalam bernegosiasi di film tersebut.
“Jika kamu berdebat dengan benar, maka kamu tidak akan pernah salah”- Nick Naylor.
No comments:
Post a Comment