Identitas buku:
Judul : Menulis tanpa Rasa Takut
Pengarang : St Kartono
Editor : Wiwied
Penerbit : Kanisius
Tahun terbit : 2009
Jumlah halaman: 70 halaman
“Penulis bukanlah pertama-tama dilahirkan, tetapi hasil pembelajaran”
Kutipan tersebut termuat dalam bagian Kata Penulis buku ini. St Kartono melalui buah tangannya ini menggungah para junior jurnalis untuk belajar terus menerus hingga dapat menghasilkan karya tulis yang tidak hanya bagus, tetapi juga baik, memiliki manfaat bagi banyak orang, dan ‘mencerahkan’.
Dimulai dari pemaparan mengenai seluk beluk menulis itu sendiri. Penulis menerangkan hakikat menulis yang sebenarnya, manfaat menulis, dan kelebihan bahasa tulis dibanding bahasa lisan. Lebih dari itu, penulis meyakinkan pembaca bahwa siapa saja bisa menulis dan memunculkan minat untuk menulis melalui uraian apa yang menjadi alasan kita harus menulis. Menulis bermula dari kemauan, didukung oleh pegetahuan, dan diasah terus menerus hingga menjadi sebuah keterampilan.
Cara memunculkan ide dan gagasan hingga mengolahnya menjadi tulisan yang inspiratif dijelaskan St Kartono dalam buku ini. Tidak berhenti sampai dengan terciptanya sebuah karya tulis, tetapi sampai dengan ‘mengendapkan’ tulisan. Memberi jarak antara penulis dengan tulisannya agar tercipta ruang objektif, dimana penulis meposisikan dirinya sebagai pembaca. Ada pula tips menaklukkan media massa sebagai tempat untuk menampilkan tulisan kita.
Hal menarik yang termuat dalam buku ini dibanding dengan buku tips menulis lainnya yaitu terdapat peta pemikiran. Peta pemikiran yang diterangkan St Kartono berguna untuk menemukan pokok-pokok informasi mengenai tulisan yang akan dibuat. Hasilnya, tulisan akan lebih runtut, beremosi, dan berirama.
Penulis juga menekankan bahwa dibutuhkan keberanian untuk menciptakan tulisan yang mencerahkan. Tidak semata-mata berisi tips menulis, tetapi juga membuat kita kritis dalam membaca setiap realitas yang terjadi. Tulisan yang mencerahkan adalah tulisan yang bisa membuka pola pikir pembacanya.
Buku ini lebih banyak berisi mengenai cerita pengalaman pribadi si penulis dalam karirnya menggeluti dunia penulisan di media cetak koran. Latar belakang sebagai guru di salah satu sekolah menengah atas membuat penulis menggiring pola pikir pembaca untuk lebih kritis, terutama pada kebijakan pemerintah.
Namun, banyak istilah-istilah bahasa dalam buku ini yang belum tentu diketahui oleh orang yang awam dalam dunia enuisan. Tidak sedikit pula uraian penjelasan maupun runtutan cerita pengalama pribadi si penulis yang tidak mudah untuk dipahami. Bahasa yang digunakan terkadang terlalu berbelit dan rumit.
Secara kesuluruhan, buku ini layak untuk dibaca bagi pemula yang baru ingin memulai langkahnya dalam dunia menulis. Banyak saran dan tips menulis yang diberikan. Peta pemikiran yang memudahkan kita memilah pokok informasi, serta belajar dari pengalaman penulis. Menanamkan untuk menciptakan tulisan dari hasil pemikiran yang kritis sehingga memberi pencerahan bagi pembacanya.

No comments:
Post a Comment